Home » Berita Hari Ini Minggu 22 Juli 2018 » Berita Terkini » 2 Remaja Kebelet Nikah, Menkes: Fisik dan Jiwa Belum Siap

Jakarta - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menanggapi berita rencana pernikahan usia dini antara SY (15) dan FA (14) di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Menurut Nila, dari segi fisik dan kejiwaan, dua remaja kebelet nikah tersebut belum siap.

Nila menegaskan menentang rencana pernikahan tersebut. Apalagi secara fisik organ remaja perempuan, yakni FA, belum optimal.

"Saya sangat tidak mendukung, terus terang, perkawinan usia dini. Pertama, secara fisik, kita tentu yang perempuan ini tentu organnya belum optimal berkembang misalnya. Kedua, juga mentalnya, secara kejiwaan, maaf kalau saya bilang, kita masih kanak-kanak, umur berapa masih ingin main bekel, atau main apa, sudah disuruh menikah, hamil, punya anak. Tanggung jawabnya tentu akan berkurang dalam hal ini," ujar Nila di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/4/2018).


Nila juga mengaitkan rencana pernikahan tersebut dengan isu perempuan. Menurut Nila, sebaiknya perempuan diberi kesempatan mematangkan kondisi mental agar nantinya bisa bertanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.

"Jadi sebenarnya kami, saya juga sebagai perempuan, tentu mengatakan, kami tentunya ingin diberi kesempatan sambil tentu kita matang dalam hal ini. Dan untuk mendapatkan tanggung jawab sebagai seorang ibu rumah tangga atau sebagai ibu adalah hak kita juga lo sebagai perempuan," jelasnya.


Nila juga mengaitkan rencana tersebut dengan isu pendidikan bagi perempuan. Dia menegaskan usia remaja harus mendapatkan pendidikan yang baik dan layak daripada menikah.

"Jadi saya juga kalau saya masih kecil sudah dinikahkan, kapan saya punya kesempatan sekolah, kapan saya punya kesempatan? Karena saya harus tanggung jawab miara (mengasuh) anak. Belum angka kematian itu tinggi karena mungkin pinggul kita belum cukup besar. Itu dua itu harus kita perhatikan, karena sebaiknya ini diperhatikan untuk perkawinan usia dini," jelasnya.


Nila kemudian menyinggung kemerdekaan perempuan yang diperjuangkan oleh RA Kartini. Perempuan punya hak atas dirinya pribadi.

"Kalau saya lebih baik saya ingin juga ini kebetulan juga bulan April, 21 April, Ibu Kartini maksudnya sudah membuka pintu buat kaum perempuan untuk benar-benar kita betul mendapatkan hak kita sebagai seorang perempuan," ujarnya.

Lantas, apakah ada kebijakan khusus dari Kementerian Kesehatan terkait pernikahan dini?

"Nggak, Undang-Undang Perkawinan masih kan 16 tahun kan. Ini yang kita harapkan. Sudah pernah kan ditolak di MK. Kami sih tetap meminta dari Kementerian Agama kiranya hal ini diperhatikan dari sisi kesehatan ini tidak terlalu menguntungkan kalau menurut saya," ujarnya.

Pasangan berinisial SY (15) dan FA (14) dikabarkan berkenalan melalui media sosial dan menjalin hubungan asmara. Karena merasa cocok, mereka akhirnya memilih untuk menikah.

Langkah mereka pun direstui oleh keluarga kedua belah pihak. Rencananya mereka akan menikah hari ini, Senin (16/4). Namun rencana pernikahan dua anak itu ditunda. Sebab, keduanya belum memenuhi sarat masa permohonan pencatatan.

"Aturannya kan 10 hari setelah pengajuan permohonan pencatatan nikah, baru kita boleh nikahkan. Jadi hari ini kita tunda sampai memang waktunya sudah cukup 10 hari," kata pejabat Humas Kantor Kemenag Bantaeng, Mahdi Bakri, saat dihubungi detikcom, Senin (16/4).
(jor/ams)
2 Remaja Kebelet Nikah, Menkes: Fisik dan Jiwa Belum Siap | Bang Naga | on Senin 16 April 2018, 21:39 WIB | Rating 4.5